Muslimat NU dan Kebersamaan Istighosah

pcinu taiwan - istighosah bersama

Sejarah pergerakan wanita NU memiliki akar kesejarahan panjang dengan pergunulan yang amat sengit yang akhirnya memunculkan berbagai gerakan wanita baik Muslimat, fatayat hingga Ikatan pelajar putri NU.

Sejarah mencatat bahwa kongres NU di Menes tahun 1938 itu merupakan forum yang memiliki arti tersendiri bagi proses katalisis terbentuknya organisasi Muslimat NU. Sejak kelahirannya pada tahun 1926, NU adalah organisasi yang anggotanya hanyalah kaum laki-laki belaka.

Para ulama NU saat itu masih berpendapat bahwa wanita belum masanya aktif di organisasi. Anggapan bahwa ruang gerak wanita cukuplah di rumah saja masih kuat melekat pada umumnya warga NU saat itu. Hal itu terus berlangsung hingga terjadi polarisasi pendapat yang cukup hangat tentang perlu tidaknya wanita berkecimpung dalam organisasi.

Dalam kongres itu, untuk pertama kalinya tampil seorang muslimat NU di atas podium, berbicara tentang perlunya wanita NU mendapatkan hak yang sama dengan kaum lelaki dalam menerima didikan agama melalui organisasi NU.

Singkat cerita, Pada Muktamar NU XIX, 28 Mei 1952 di Palembang, NOM menjadi badan otonom dari NU dengan nama baru Muslimat NU.

Muslimat NU terus menebar kebaikan, tidak hanya ke seluruh penjuru nusantara, namun juga hingga ke luar negeri. Kini tepat 64 tahun Muslimat NU berdiri, PCINU Taiwan tidak mau ketinggalan untuk merayakan Harlah Muslimat NU. Salah satu organisasi yang berperan penting dalam kemajuan republik.

pcinu taiwan - istighosah

Hari Minggu, 27 Maret 2016, PCINU Taiwan mengadakan acara Istighosah rutin setiap Minggu terakhir setiap bulan, sekaligus merayakan hari ulang tahun Muslimat NU. Seperti biasanya, acara ini selalu dimanfaatkan untuk menjadi ajang berkumpul sesama saudara Muslim. Tidak hanya para pengejar devisa yang berkumpul, mahasiswa Muslim yang sedang menempuh studi di Taiwan pun ikut bersilahturahmi.

Kantor PCINU pun penuh sesak.

Acara juga dihadiri beberapa tokoh penting, seperti Pak Arif Yudi sebagai ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan dan hadir pula Nur Muhammad yang merupakan perwakilan The Chinese Muslim Association (CMA).

Istighosah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Imam Syafi’i berlangsung hikmat. Semua yang hadir larut dalam lantunan dzikir dan kalam Ilahi. Semoga seluruh kebaikan akan menyeruak ke seluruh penjuru negeri Formosa.

pcinu taiwan - istighosah dan pak nur muhammad cma

Di akhir acara, Nur Muhammad memberikan nasihat kepada semua anggota PCINU yang hadir. Ia menghimbau untuk berhati-hati karena sudah terdeteksi ada gerakan liberal dalam naungan ISIS di Taiwan. Ia berharap seluruh organisasi keislaman yang berada di Taiwan untuk mendata kembali anggotanya. Pemerintah Taiwan sangat serius sedang menangani permasalahan ini. CMA juga sangat terbuka dan siap membantu menjadi jembatan antara pekerja muslim Indonesia jika ada permasalahan dengan pemerintah Taiwan.

Bahkan CMA sedang mempersiapkan langkah-langkah komprehensif untuk mencegah anggapan negatif pemerintah terhadap muslim di Taiwan dengan memberikan kartu identitas khusus sehinga dapat membantu jika ada yang berurusan dengan pihak berwenang.

Tentu Nur Muhammad menyampaikan himbauannya dalam bahasa China. Salah satu anggota Fatayat menterjemahkan kepada semua anggota PCINU yang hadir. Suasana keakraban dengan penuh canda tawa mewarnai sharing antar negara ini.

Satu yang pasti, semuanya larut dalam keindahan persatuan dan kesatuan dalam naungan agama Allah: Islam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Muslimat NU dan Kebersamaan Istighosah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s