Innocence of Muslim: sebuah Fait Accompli

Pada dekade belakangan mencuat kepermukaan isu-isu yang cukup meresahkan ummat Muslim seluruh dunia. Salman Rushdi dengan “Satanic Verses” nya, Lars Vilks serta Kurt Wastergaard  dengan karikatur “sampah”nya, Geert Wilders dengan film “Fitna” nya, dan terakhir Sam Bacile dengan film “Innocence of Muslimnya”.
Inilah bentuk “fait accompli” terhadap ummat muslim. Dimana para musuh Islam (Yahudi dan Zionis) sangat faham dengan situasi seperti ini. Ketika Rasul ummat Islam (Sayyidina Muhammad SAW) dihina maka ummat Islam dihadapkan pad dua kondisi: Pertama, tidak akan mungkin ummat muslim akan membalas menghina Rasul mereka sebab, hakikatnya para Rasul tersebut juga para rasul ummat Islam. Kedua, jika ummat Islam melawan dengan cara yang sedikit saja salah anarkhis misalnya, maka mereka (musuh Islam) akan segera menayangkan kepada dunia “inilah ummat islam yang menyukai kekerasan dan anarkhisme serta anti demokrasi”. Akibatnya, ummat Islam terjebak dalam situasi dilema, diam salah, melawan salah.
Sepertinya ada langkah strategic yang dapat ditempuh misalnya, memboikot produk Yahudi dan Zionis. Sebab secara demografi, jumlah penduduk muslim di seluruh dunia adalah sekitar 2 Milyar, dan ini bukanlah jumlah yang sedikit. Jika boikot ini benar-benar dijalankan maka akan dapat menumbangkan perekonomian Yahudi dan Zionis. Sebagai contoh sederhana, Singapura dengan Chewing Gum Ban (larangan makan permen karet yang diiundangkan pada tahun 1992)  Amerika kalang kabut, padahal penduduk Singapura hanya sekian juta jiwa, sehingga George W. Bush pada tahun 2003 pada US- Singapore Trade Zone perlu turun tangan membahasnya dengan Perdana Menteri Singapura.
Ketika Jylland Posten memposting karikatur penghinaan, di Emirat Arab tidak ada demo, namun semua produk COKELAT DENMARK dan dari Eropa lainnya  tiba- tiba hilang dari pasar- pasar  swalayan atas perintah Amir. Kontan pemerintah Denmark beserta konco- konconya kalang kabut. Kita juga boleh meminjam gerakan SWADESHI Mahatma Gandhi dari India yang memboikot produk- produk dari England sehingga pabrik- pabrik Inggris terpaksa tutup karena gudangya penuh dan tidak laku, sehingga akhirnya Britania Raya hengkang dari India tanpa perlawanan, karena tujuan penjajahan Inggris yang utama adalah menjual produk ketanah jajahan.
Nah, bagaimana??? siapakah yang akan memulai ???
(sig)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s