Menyambut Kemuliaan Bulan Ramadhan

Serial Tausyiah PCI NU Taiwan
Download File PDF : Menyambut Kemuliaan Bulan Ramadhan.pdf

Menyambut Kemuliaan Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillahirobbil ’alamiin, segala puji hanyalah untuk Allah SWT Tuhan semesta alam. Allah SWT yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam, serta beribu-ribu kenikmatan lain yang tidak dapat kita hitung satu persatu. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Allohumma sholli wa sallim ’ala habibina Sayyidina Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi ajmaiin.

Bulan Ramadhan yang mulia sebentar lagi akan tiba dan menjadi tamu yang penuh barokah, ampunan dan kasih sayang dari Allah SWT. Sebagai kaum muslim sudah sepantasnya kita menyambutnya sebagimana Nabi Muhammad SAW menyambutnya karena Rosulullah adalah figur teladan utama dalam semua hal.
Salah satu nikmat agung yang perlu kita syukuri adalah sampainya kita di bulan Ramadhan. Orang yang sadar betapa agungnya bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba, dapat dipastikan mereka akan melakukan persiapan-persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan. Sebagaimana jika ada tamu penting (misalkan pejabat) yang akan berkunjung ke suatu daerah tertentu, maka orang yang berada di daerah yang akan dikunjungi tersebut akan sibuk melakukan persiapan menyambut pejabat yang akan datang. Tentu saja bulan Ramadhan yang penuh barokah Allah SWT jauh lebih agung.

Diantara petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam menyambut bulan Ramadhan adalah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana sabda Rasul SAW: yang artinya ” Dari Aisyah ra : tiada pernah Nabi saw berpuasa (puasa sunnah) disuatu bulan (selain ramadhan) lebih banyak dari bulan sya’ban, dan sungguh beliau saw berpuasa hampir seluruh hari bulan sya’ban, dan beliau saw bersabda : ambillah (amalkanlah) dari amal-amal ibadah semampu kalian, maka sungguh Allah SWT tiada akan bosan, hingga kalian bosan” (Shahih Bukhari)

Diantara sikap yang harus dilakukan bagi seorang muslim adalah bergembira menyambut kedatangan bulan ramadhan dengan rasa gembira. Allah SWT berfirman:

Artinya: Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“. (QS. Yunus 58)

Bulan Ramadhan adalah anugerah dan rahmat dari Allah SWT, dan kita diperintahkan untuk bergembira dengan rahmat tersebut. Nabi Muhammad SAW sangat gembira sekali ketika bulan suci ramadhan tiba dan memberi kabar gembira tersebut kepada para sahabat  dengan memberi semangat agar bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah di bulan mulia ini dan juga menyebutkan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda
yang artinya ”Rasulullah SAW bersabda ”Allah swt berfirman: Semua ibadah keturunan Adam (As) untuknya, kecuali puasa, sungguh itu untuk Ku, dan Aku yg akan mengganjarnya (tanpa perhitungan malaikat), dan puasa adalah benteng dari neraka, dan jika dihari puasa kalian, maka janganlah berbicara yg buruk/asusila, jangan bertengkar dan membentak, jika ada yang mencacinya atau menantangnya, maka katakanlah aku sungguh orang yangg berpuasa, dan Demi Yang Diriku dalam genggaman Nya (sumpah beliau saw), sungguh aroma tak sedap di mulut orang yang berpuasa, lebih wangi disisi Allah SWT dari wanginya minyak wangi termahal, dan bagi yang berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan saat berbuka, dan gembira saat berjumpa Pencipta Nya, ia gembira dg puasanya” (Shahih Bukhari).

Sungguh bahagia bagi orang-orang yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh persiapan iman dan taqwa dan selalu bertaubat kepada Allah SWT. Hal tersebut dilakukan semata-mata supaya menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Suri tauladan umat Islam selalu rindu dan benar-benar mencintai bulan ramadhan sebagaimana Ibnu Rajab meriwayatkan bagaimana kondisi para sahabat Rosulullah SAW terkait Ramadhan : ”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan. Kemudian mereka pun berdo’a selama 6 bulan agar amalan yang telah mereka kerjakan diterima oleh-Nya.” (Kitab Lathaaiful Ma’arif ). Ada ulama yang berdoa ”Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan ramadhan dan anugerahkanlah kepada kami bulan ramadhan serta menganugerahkannya kembali kepada kami tahun yang akan datang”.

Persiapan – persiapan menjelang bulan Ramadhan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Persiapan iman (ruhani).
    Orang-orang yang sholih biasa melakukan persiapan seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Memperbanyak berdoa “Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana” yang artinya ”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan”.
    Kita memohon kepada Allah keberkahan agar ada suatu pertambahan kebaikan (Barokah) dalam diri kita siap mengisi sebulan Ramadhan dengan penuh amal kebaikan.Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah ayat 36, Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan dan ketaqwaan kita sudah meningkat.
  2. Persiapan fisik (jasad).
    Menyiapkan fisik yang lebih kuat. Melatih puasa sunnah, memperbanyak membaca Al Quran, membiasakan bangun malam untuk sholat lail, memperbanyak dzikir, silaturohmi dengan tetangga (masyarakat) dan keluarga. Sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan, fisik kita sudah terlatih melakukan hal-hal tersebut diatas.
  3. Persiapan harta (maal).
    Mempersiapkan harta untuk infaq, sedekah dan zakat di bulan Ramadhan
    Al Imam An Nawawy di dalam Syarah An Nawawiyah ‘ala Shahih Muslim beliau mensyarahkan makna hadits Rasulullah SAW: ” bahwa amal pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dan lebih “, demikian riwayat di dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Namun di dalam Shahih Al Bukhari pahala hanya dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali saja, sepuluh kali lipat setiap amal pahala, jika seorang hamba berniat berbuat baik maka akan diberi satu pahala, dan jika ia lakukan kebaikan itu maka diberi 10 kali pahala hingga 700 kali lipat, dan jika seorang hamba berniat berbuat jahat maka tidak ditulis untuknya dosa, dan jika ia telah melakukan dosa maka hanya ditulis baginya satu dosa saja, demikian kemurahan Allah SWT, setiap kebaikan dibalas 10 hingga 700 kali lipat. Berkata Al Imam An Nawawi bahwa balasan 700 kali lipat itu adalah pada waktu-waktu tertentu, diantaranya adalah bulan Ramadhan. Di bulan ini setiap satu sujud dibalas dengan 700 pahala sujud, setiap dzikir dan doa dibalas dikalikan 700 kali lipat, setiap ibadah pahalanya dilipatgandakan menjadi 700 kali lipat.Rasulullah SAW bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:”Umrah di bulan Ramadhan seperti Haji, atau haji bersamaku”. Maksudnya orang yang umrah di bulan Ramadhan itu pahalanya sama dengan melakukan haji bersama Rasulullah SAW.
  4. Persiapan ilmu.
    Dalam menyambut Ramadhan, kita perlu mempelajari hukum-hukum ibadah yang berkaitan dengan bulan Ramadhan: Fiqh puasa, keutamaan puasa, hal-hal yang sunnah dan yang bisa membatalkan puasa,dll. Sehingga kita mengetahui hal-hal yang wajib, sunnah, dan haram. Mempelajari hukum-hukum tersebut tentu jauh lebih baik dilakukan sebelum masuk bulan Ramadhan. Kita pelajari ilmu tersebut baik dengan membaca buku, mendengarkan ceramah agama, menghadiri majelis taklim dan juga bertanya kepada para ulama.
    Artinya ”…,Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. Al Anbiya:21)
    Selain itu, kita perlu mengetahui kapan mulai masuk awal puasa Ramadhan dan berakhirnya puasa Ramadhan. Puasa bulan ramadhan dimulai setelah melihat hilal di akhir bulan Sya’ban (tanggal 29) dan jika tidak nampak hilal maka dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Jika bulan sya’ban telah sempurna selama 30 hari maka besoknya adalah hari pertama bulan Ramadhan Nabi Muhammad SAW bersabda:
    yang artinya :” Jika kalian melihat hilal permulaan ramadhan maka berpuasalah dan jika kalian melihatnya (pada bulan berikutnya tyakni syawal) maka berbukalah dan jika langit mendung maka genapkanlah menjadi tiga puluh hari.” (H.R. Bukhori).
  5. Membuat perencanaan sebelum dan saat bulan Ramadhan.
    Contoh:
    Sebelum puasa : meningkatkan puasa sunnah (senin kamis dan sya’ban), khataman Al Qur’an, sholat lail dan bangun 30 menit sebelum subuh, silaturohim, minta maaf kepada kedua orang tua dan kawan.
    Saat puasa : mempunyai target khatam Al Qur’an minimal satu kali, Itikaf 10 hari terakhir Ramadhan untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadr,dll.Rasulullah SAW bersabda:
    yang artinya ”Temuilah malam Lailatul qadr di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan” (Shahih Bukhari).

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan (Iman, Ilmu, dan Fisik) kepada kita dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan amal kebaikan, amin.
“Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana” – ”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan”.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Taiwan –  Jum’at, 21 Rajab 1432 H / 24 Juni 2011.

PCI NU Taiwan
https://pcinutaiwan.wordpress.com
[Dakwah Islam Ahlussunah Wal Jamaah di Taiwan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s