Mendidik Anak Secara Islam

Serial Tausyiah PCI NU Taiwan.

Download File Versi PDF : Mendidik Anak Secara Islam

Mendidik Anak Secara Islam

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Allah SWT telah memberikan kepercayaan kepada para orang tua untuk menjaga dan mendidik anak-anak mereka. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak mereka dengan cara Islam. Jika mereka melakukan itu, Allah SWT akan memberikan keberkahan  dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya jika mereka tidak mendidik anak-anak secara Islam, mereka akan mendapatkan hasil yang buruk selama hidup di dunia dan di akhirat. Itulah mengapa Islam memerintahkan orang tua untuk merawat dan mendidik anak-anak mereka sesuai dengan aturan Islam.

Pria dan wanita, ayah dan ibu berbagi tanggung jawab untuk menjaga, mendidik, dan membangun generasi baru dengan metode yang benar dan dengan cara yang benar. Setiap manusia dalam dirinya terdapat kecenderungan baik dan buruk, sehingga orang tua harus mendorong dan menumbuhkan kecenderungan yang baik pada anak sehingga anak-anak tersebut tumbuh menjadi orang yang berguna bagi dirinya dan orang-orang disekitarnya.
Sehubungan dengan hal ini, Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan(At-Tahrim: 6)

Rasulullah SAW juga bersabda, “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari).

Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap muslim harus mendidik diri dan keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan maksiat. Orang tua dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Terutama orang tua kepada anak, karena anak-anak sangat membutuhkan bimbingan. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.

Beberapa ulama mengatakan bahwa Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban setiap orang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum si anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah itu mempunyai hak atas anaknya, maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah SWT berfirman, “Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya” (QS. Al Ankabut: 7), maka disamping itu Allah SWT juga berfirman, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.” (QS. At Tahrim: 6)

Nabi Muhammad SAW juga bersabda “Didiklah anak-anak kamu tiga perkara: Kecintaan kepada Nabi kamu, kecintaan kepada keluarga baginda Nabi dan membaca Al Quran.” (HR At-Thabrani)

Orang tua harus menjadi model yang baik bagi anak-anak mereka dan harus mengajarkan perilaku yang tepat dan etika muslim yang baik dalam rangka membentuk masyarakat yang sehat, baik, dan kuat. Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan dan ketulusan ibu jugalah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan agama. Ini adalah tugas yang mulia dan besar. Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, mengajari cara beribadah pada Allah, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari hal-hal yang wajib dan sunnah serta haram., dan masih banyak lagi.

Saudara – saudari semua, apa yang kita saksikan dewasa ini seperti para remaja yang terlibat pembunuhan, perzinahan, mencuri dan mengkonsumsi narkoba adalah hasil dari tidak adanya peran orang tua dan kelalaian orang tua dalam membesarkan anak dengan cara Islam serta ajaran-ajaran yang salah diberikan kepada anak . Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk memperhatikan secara serius cara kita membesarkan anak-anak kita.

Berikut ini adalah 9 pedoman / tips untuk membesarkan anak-anak kita secara Islami:

  1. Menanamkan aqidah tauhid yang benar kepada anak. Mengenalkan bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Pencipta. Mengenalkan para Malaikat, para Rosul/Nabi, kitab Allah, surga dan neraka, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi.
  2. Mengajar anak tentang prinsip-prinsip agama, alqur’an, hadist, dan mengajari ibadah sholat. Nabi Muhammad SAW bersabda ”Suruhlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka ketika meninggalkannya apabila mereka telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”(HR. Imam Ahmad).
  3. Mengajarkan nilai-nilai perbuatan yang baik dan efeknya pada individu dan masyarakat, serta menunjukkan akibat dari perbuatan buruk sesuai kemampuan pemahaman anak.
  4. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dalam perilaku mereka karena anak-anak suka meniru orang tua mereka dalam ucapan dan perbuatan mereka.
  5. Memperlakukan anak dengan baik dan ramah.
  6. Memilihkan lingkungan dan teman yang baik bagi anak-anaknya untuk menghindari pengaruh yang buruk, karena anak-anak selalu dipengaruhi oleh lingkungan dan teman mereka. Perilaku yang buruk dapat dengan mudah menular melalui lingkungan yang buruk. Rasulullah pernah bersabda , “Seseorang itu dipengaruhi oleh agama teman-temannya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan siapa kita bergaul”.
  7. Memberikan pemahaman kepada anak tentang persaudaraan antara muslim, mencintai dan berkasih sayang kepada saudara muslim, ia adalah bagian dari tubuh muslim, merasa sukacita ketika ada saudara muslim yang berbahagia, dan merasa sedih jika ada muslim yang menderita.
  8. Memasukkan anak-anak ke sekolah / lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang Islam dan ilmu pengetahuan umum untuk bekal hidup.
  9. Mendidik anak supaya taat dan beradab kepada ibu bapaknya, kepada guru dan orang yang lebih tua darinya.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita dalam mendidik anak-anak kita secara Islam. Jadikanlah kesuksesan dalam mendidik anak-anak menjadi salah satu bagian dari kesuksesan dalam hidup kita.

Mari kita tutup kajian ini dengan doanya Nabi Zakaria as,

yang artinya ” Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” [QS. Ali Imron : 38].
Amin Ya Robbal ’Alamiin.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Taiwan – Selasa, 02 Rabiul Akhir 1432 H –  8 Maret 2011.
PCI NU Taiwan

[Dakwah Islam Ahlussunah Wal Jamaah di Taiwan]

 

Mendidik Anak Secara Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s