Surga yang Kekal Abadi Selama-lamanya Untuk Orang Beriman

Serial Tausyiah PCI NU Taiwan.

Download File Versi PDF – Surga yang Kekal Abadi Selama-lamanya Untuk Orang Beriman

Surga yang Kekal Abadi Selama-lamanya Untuk Orang Beriman

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Islam adalah agama seluruh Nabi yang telah diperintahkan Allah SWT mulai Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengirim para Nabi untuk memberikan petunjuk kepada manusia terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat, memberikan petunjuk untuk menjadi orang yang bertaqwa, dan mengajarkan kepada manusia supaya berpegang teguh pada agama Islam sampai akhir hayat mereka. Islam dalam bahasa arab berarti berserah diri, maksudnya adalah berserah diri kepada Allah SWT sebagai Tuhan dan ikhlas menjalankan semua perintah Allah SWT.

Untuk menjadi seorang muslim (sebutan bagi pemeluk agama Islam),  seseorang harus meyakini di dalam hati dan mengucapkan secara lisan dua kalimat syahadat, yaitu

Asyhadu An-Laa Ilaaha Illallaah, wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah”, yang artinya “Saya bersaksi bahwa tiada Ilah (Tuhan) selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul / utusan Allah”.
“Tidak ada Tuhan selain Allah” artinya tidak ada yang layak disembah kecuali Allah. “Allah” adalah nama Sang Pencipta yang di dalam bahasa Arab mempunyai arti Dzat yang berlaku sebagai Tuhan yang mempunyai kekuatan untuk menciptakan segala sesuatu di seluruh jagad raya. Meyakini “Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT” termasuk juga meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir, tidak ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW. Meyakini bahwa semua ajaran Nabi Muhammad SAW adalah benar dan bersumber dari Allah SWT (sebagaimana pula para Nabi sebelum beliau). Allah SWT mengutus para Nabi dan para Rosul untuk memberikan petunjuk kepada kita untuk menyembah Allah SWT dengan benar. Seorang muslim harus percaya kepada semua para Nabi dan para Rosul. Rosul adalah utusan Allah SWT yang membawa syariat (aturan) baru. Sedangkan Nabi adalah utusan Allah SWT yang tidak membawa syariat (aturan) baru, Nabi mengikuti syariat (aturan) yang dibawa Rosul sebelumnya. Setiap Rosul adalah Nabi, tetapi tidak setiap Nabi adalah Rosul.

Dua kalimat syahadat ini sesuatu yang penting di dalam Islam. Dua kalimat shahadat merupakan pondasi keimanan. Seperti analogi sebuah bangunan, sebuah bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa ada dasar pondasi yang kuat. Begitu juga dengan semua amal ibadah kita tidak akan ada artinya di sisi Allah SWT jika keimanan kita tidak benar.

Agama kita bernama Islam artinya berserah diri, maksudnya berserah diri dan ikhlas mematuhi semua aturan Allah SWT.  Allah SWT pencipta alam semesta, Dzat yang Maha Agung. Allah SWT sendiri yang menamakan agama ini dengan nama Islam.

Firman Allah SWT di dalam QS. Ali Imron ayat 19:
Yang artinya ” Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah SWT hanyalah Islam”

Firman Allah SWT di dalam QS. Al Maidah ayat 3:
Yang artinya ”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan Ku-cukupkan kepadamu nikmat ku dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu”

Islam adalah sebuah sistem hidup yang mengatur cara hidup manusia, di dalam bahasa Inggris bisa kita sebut sebagai ’Islam is The Way of Life’, maksudnya adalah cara hidup kita mengikuti apa yang sudah diatur di dalam Islam.  Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui kelemahan dan keterbatasan semua makhluk ciptaan-Nya, dan Dia memberikan aturan yang adil dan seimbang kepada makhluk-Nya. Allah Maha Tahu apa yang baik buat ciptaan-Nya sebagaimana hal yang buruk buat ciptaan-Nya. Dia Maha Tahu apa-apa yang bermanfaat dan hal yang merusak bagi ciptaan-Nya.

Didalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menjelaskan Islam sebagai berikut ini ”Islam adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, haji ke Baitullah jika mampu.”[HR. Muslim dari Umar bin Khattab].
Berserah diri dalam Islam tidak hanya bersifat abstrak, setelah meyakini di dalam hati dan mengucapkan secara lisan dua kalimat syahadat, perlu ada bukti konkrit bahwa kita adalah seorang muslim. Kelima hal yang disebutkan didalam hadist diatas adalah rukun Islam. Kelima hal tersebut adalah penyangga paling pokok dalam Islam.

Rukun Islam berlaku untuk semua orang Islam tanpa membedakan warna kulit, tanpa membedakan Negara atau organisasi yang diikuti, apakah laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin. Menegakkan sholat 5 waktu wajib bagi  semua muslim mukallaf (arti  mukallaf dalam hal ini adalah seorang yang sudah baligh dan berakal). Puasa selama bulan Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi semua muslim yang sudah aqil baligh dan mempunyai kemampuan untuk menjalankan puasa. Dengan puasa, seorang muslim akan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh kaum fakir miskin, dengan cara ini orang muslim akan memberikan bantuan dan perhatian kepada kaum fakir miskin. Haji adalah perjalanan ibadah ke Ka’bah di kota Mekah di waktu yang sudah ditetapkan. Ibadah haji perlu ditunaikan minimal satu kali selama hidup untuk setiap orang muslim mukallaf dan yang mempunyai kemampuan untuk menjalankan ibadah haji. Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada para mustahik (orang yang berhak menerima zakat) yang sudah diatur di dalam Al Quran.

Selain itu, Islam juga memerintahkan kepada umat Islam untuk saling mencintai dan perhatian kepada saudara dan saudari sesama muslim. Sesama umat Islam adalah bersaudara. Tidak dibenarkan berbicara dengan kasar, memfitnah, atau membuat suatu masalah dengan muslim yang lain.

Selanjutnya, apa keuntungan atau keutamaan menjadi seorang muslim. Allah SWT akan memberikan surga bagi orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan dijauhkan dari neraka. Dua kalimat syahadat adalah Miftahul Jannah (Kunci Surga). Hasan Al-Bashri Rahimahulloh pernah ditanya oleh seseorang: “Manusia banyak yang mengatakan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah pasti akan masuk ke dalam Surga?” Kemudian ia berkata: “Barang siapa yang mengucapkannya dan menunaikan hak-haknya dan kewajiban-kewajibannya maka pasti ia akan masuk ke dalam Surga.”

kalimat Laa Ilaha Illallah yang mulia dan agung ini akan menyelamatkan pengucapnya dari panasnya api neraka. Nabi Muhammad SAW bersabda ”Maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah, semata-mata karena mengharap wajah Allah” [HR. Bukhari].

Surga adalah suatu puncak kenikmatan, tempat kembalinya umat Islam kelak di akhirat. Di dalam hadist disebutkan ”Dari Jabir ra, ia berkata : “Seorang Badui datang kepada Nabi SAW Dan bertanya : “Apakah dua hal yang sudah pasti itu?” Beliau menjawab : “Siapa saja meninggal dunia sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk surga. Dan siapa saja yang meninggal dunia sedangkan ia menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka.”(H.R Muslim).

Didalam hadist lain disebutkan, “Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah LAA ILAAHA ILLALLAAH, maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud dan Al Hakim), Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda: “Semua umatku masuk surga, kecuali orang-orang yang berpaling.” Ada yang bertanya : “Wahai Rasulullah, siapa saja mereka?” Rasulullah SAW bersabda :”Siapa saja yang taat kepadaku pasti masuk surga. Dan siapa saja mendurhakaiku dialah termasuk orang-orang yang berpaling.” (HR Bukhari)

Orang yang beriman dan beramal sholih dijamin oleh Allah SWT akan menempati Surga kekal abadi selama-lamanya, sebagai mana firman Allah SWT di QS. Al Bayyinah [98]:7-8.
Artinya ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.

Untuk saudara saudariku tercinta, rekan-rekan kaum Muslim Indonesia yang sedang bekerja dan belajar di Taiwan. Jagalah Iman Islam yang sudah ada di hati kita, jagalah sekuat tenaga dan selalu berdoa meminta kepada Allah SWT supaya kita dalam keadaan Islam sampai akhir hayat kita. Karena dengan Iman dan Islam inilah kunci kebahagian kita di dunia dan akhirat, surga yang kekal abadi selama-lamanya. Jika mengalami kesulitan atau kekurangan dalam masalah harta, semoga kita dimasukkan kedalam golongan hamba-Nya yang sabar dan kuat menjaga Iman dan Islam, jangan sampai kita tukar Iman dan Islam dengan harta dunia yang bisa menyebabkan menderita selamanya.

Mari kita tutup dengan doa,
“Allahumma Ahyina Bil Iimaan, Wa Amitna Bil Iimaan, Wa Adkhilna Jannata Ma’al Iimaan” –
artinya ” Ya Allah, hidupkanlah kami dalam keadaan beriman, matikanlah kami dalam keadaan beriman, dan masukkanlah kami ke surga dalam keadaan beriman.”. Amin Yaa Robbal ’Alamin.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Referensi Utama Tausyiah:

  1. “Basic Islamic Concepts” – http://www.alsunna.org
  2. http://media-islam.or.id/
  3. http://www.majelisrasulullah.org/

Taiwan – Senin, 28 Muharram 1432 H –  3 Januari 2011.

PCI NU Taiwan
[Dakwah Islam Ahlussunah Wal Jamaah di Taiwan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s