Curhat Islami Edisi Juli 2010 – Pertanyaan 1

Pertanyaan 1:
Assalamualaikum wr wb. bersama curhat islami, saya ingin menanyakan beberapa permasalahan:

  1. Sebab apa seorang istri boleh meminta talak/ mengajukan talak pada suami. mengingat cerai adalah perkara halal yang dibenci Allah SWT. berikan pula dasar hukum yang kuat, baik dari hadist Rasul SAW maupun dari Alqur’an.
  2. Apabila seorang suami meminta istri untk mencari nafkah ke luar negeri, sementara si suami di rumah. bagaimana hukumnya? berikan pula dasar hukumnya
  3. Apabila si istri mengirimkan uang hasil kerjanya kepada orang tuanya untk disimpan/biaya hidup anak2nya, tidak diberikan pada suami, bagaimana pula hukumnya? Apa dasar hukumnya? (karena si istri tahu persis si suami tidak mampu manajemen keuangan/tidak amanah/khawatir uang akan digunakan untk hal2 yang sia2 jg tahu persis bahwa orng tuanya sangat hati2 dalam penggunaan/pembelanjaan uangnya).

    terima kasih.
    dari Wati Sanchong

JAWAB

Mbak Wati yang baik, pertanyaan yang anda sampaikan sebenarnya sudah ada jawabannya di dalam Buku “Solusi Ibadah di Taiwan” (silakan menghubungi Intai untuk mendapatkannya), masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan dan keluarga yang dibahas dalam buku itu.

  1. Pada prinsipnya, dalam agama Islam, pernikahan itu disyariatkan untuk menjaga kedamaian dan ketentraman, di samping juga untuk tujuan berketurunan. Oleh karena itu jika ternyata dengan perkawinan itu pasangan merasa terikat dan sengsara, dan sudah tak ditemukan cara lain yang lebih bijak kecuali berpisah, maka dalam keadaan demikian sudah sebaiknya pernikahan itu diakhiri.

    Namun demikian, dari Tsaubani Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda; “Artinya : Wanita manapun yang meminta cerai suaminya tanpa alasan yang diperbolehkan syara maka haram baginya bau surga”.

    Hal tersebut karena talak adalah perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah. Permasalahan berujung kepada talak hanya apabila memang dibutuhkan saja. Adapun apabila tidak diperlukan maka hal tersebut makruh hukumnya karena mengakibatkan bahaya yang tidak bisa ditutupi. Hal yang bisa dijadikan alasan bagi wanita untuk meminta talak adalah adanya pelanggaran hak-haknya yang mana membahayakan kehidupan bersama dengannya, diantaranya suami telah melalaikan tanggung jawabnya sebagai suami, suami tidak memberi nafkah, suami sering berbuat kasar dan menyakitkan istri

    Kendati sesuai ajaran Islam, hak cerai itu ada di tangan suami, dalam keadaan seperti diatas, istri bisa mengajukan gugatan cerai juga. Gugatan cerai ini dalam hukum Islam dikenal dengan sebutan “khulu'”. Khulu’ adalah “penghapusan ikatan pernikahan” dengan adanya pengganti dari pihak istri. Yang dimaksud dengan pengganti (badal, ‘iwadh) adalah harta, baik berupa uang atau benda-benda berharga. Harta itu dimaksudkan sebagai ganti rugi, karena nikah semacam akad jual-beli: suami Anda “membeli” Anda dengan mahar, maka ketika Anda minta khulu’ Anda wajib memberikan ganti rugi, sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Kalau sampai suami Anda masih sewenang-wenang dalam mencapai kesepakatan tentang ganti rugi tersebut, maka anda berhak melaporkan ke hakim agar memberikan putusan ganti rugi yang wajar. Namun demikian, bila hakim menyatakan tidak mewajibkan adanya ganti rugi, khulu’ tetap sah dan jatuh (sesuai madzhab Malikiyah).

  2. Sebenarnya yang wajib memberi nafkah dalam keluarga itu adalah suami bukan istri. Tetapi pada kondisi suami sedang sakit atau tidak mampu memenuhi kewajiban nafkah, istri sangat terpuji membantunya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Jika suami mengijinkan anda untuk bekerja di luar negeri, dan niat anda benar dan ikhlas, anda juga yakin kalau anda tetap bisa menjaga kehormatan anda dan keluarga, maka hal itu boleh.
  3. Jika uang itu hasil keringat Anda sendiri, maka itu hak penuh Anda dan tidak perlu meminta ijin suami. Akan tetapi sebaiknya tetap meminta ijin suami agar tidak terjadi masalah dalam hubungan suami isteri akibat kesalahfahaman. Dalam kasus Anda ini apa tidak sebaiknya Anda membicarakannya dengan suami dan memintanya agar lebih hemat, mengingat kedua anak Anda masih membutuhkan biaya hidup dan pendidikan. Usahakan keluarga Anda tetap utuh dan sekolah anak-anak Anda sukses semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s