Curhat Islami Edisi 1-a

Curhat Islami Edisi 1, kerjasama antara majalah INTAI dengan PCI NU Taiwan

Assalamualaikum wr.wb,
Salam sejahtera buat semuannya.
Langsung aja ya.

  1. Saya membaca di dalam buku bahwa orang Islam haram hukumnya menikah dengan orang non Muslim. Apabila orang Islam dengan orang non Islam tersebut saling suka lalu memutuskan untuk menikah, apakah tetap syah di mata Allah?
  2. Dan apabila orang tersebut mempunyai anak, apakah anak tersebut bisa dibilang anak haram? Mengingat bahwa orang Islam haram hukumnya bila menikah?
  3. Apakah boleh mengakikahkan seorang bapak yang bukan Muslim?
  4. Apakah boleh seorang non Muslim memberikan sedekah, zakat fitrah di bulan Ramadhan?
  5. Apakah boleh seorang Muslim membaca Alkitab?

Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Dwi di Penghu County

Jawab:
Mbak/Mas Dwi yang baik hati, berikut jawaban dari pertanyaan yang anda sampaikan;

  1. Sebagai seorang Muslim, tentu kita memiliki kewajiban yang harus kita penuhi. Di antara kewajiban yang harus kita penuhi itu ialah memenuhi syarat dan rukun ketika kita melakukan ibadah. Semisal salat, kita harus dalam keadaan suci dari hadas kecil dan hadas besar dan lain sebagainya. Islam telah mengatur syarat dan rukun dalam beribadah bagi pemeluknya. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan sempurna, dan tentunya memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan.Nah, menikah juga merupakan salah satu ibadah. Di dalamnya juga telah diatur syarat dan rukunnya. Seperti, harus ada calon mempelai putra dan putri, ijab kabul, wali, dua orang saksi dan lain sebagainya. Salah satu syarat bagi mempelai yakni harus sama-sama Muslim. Ketika kita akan menikah dengan non Muslim, berarti ada salah satu syarat yang tidak terpenuhi. Sehingga pernikahan pun tidak sah menurut aturan agama karena ada syarat dan rukun yang tidak terpenuhi. Usul saya, sebaiknya kita mencari jodoh yang baik dan seiman dengan kita agar kita terhindar dari zina.
  2. Sebenarnya saya tidak begitu sepakat dengan istilah ‘anak haram’ atau ‘anak jadah’. Memang benar anak tersebut lahir hasil dari hubungan zina. Namun dia dilahirkan dalam kondisi suci sebagaimana anak-anak yang lain. Orang tuanya lah yang sebenarnya menanggung dosa atas perbuatan zina tersebut. Bukan berarti sang anak yang tidak tahu apa-apa ikut menanggung dosa orang tuanya. Coba kita baca firman Allah di bawah ini: “Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang akan bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain.” (QS. 6. Al An’am:164)Jadi, sebaiknya anak yang lahir dari perbuatan zina ini tidak kita juluki dengan sebutan anak haram, karena ia sebenarnya lahir sama sucinya dengan anak-anak yang lain.
  3. Dalam Islam memang telah diatur bahwa seseorang wajib melakukan akikah jika memang mampu. Akikah adalah bentuk perwujudan rasa syukur yang dalam aturannya adalah dengan menyembelih kambing. Nah siapapun boleh saja menyembelih kambing dan membagikannya kepada siapa saja. Namun tidak semuanya disebut akikah bukan?Akikah adalah salah satu tuntunan dalam Islam yang diperuntukkan pemeluknya. Namun jika kita melakukan hal yang sama dengan akikah namun diperuntukkan orang non Muslim, maka tidak bisa disebut atau dinamakan akikah.
  4. Apapun yang telah digariskan atau disyariatkan oleh Islam tentunya melekat bagi pemeluknya, namun jika ada non Muslim yang melakukan hal yang mirip dengan ibadah kita, boleh-boleh saja, namun tidak bisa disebut zakat. Karena kewajiban zakat tersebut mengikat bagi umat Islam dan bukan untuk non Muslim. Ketika ketika non Muslim tersebut memberikan bantuan atau sumbangan bagi orang Islam, kita boleh saja menerimanya. Selama sumbangan atau bantuan tersebut tidak menimbulkan fitnah.
  5. Kita tentu boleh membaca apa saja yang kita mau. Tak terkecuali Alkitab atau Injil. Namun kemudian apakah boleh atau tidaknya membaca Alkitab sebenarnya karena faktor/ efek yang timbul setelah kita membaca Alkitab tersebut. Jika kita membacanya lalu meyakini kebenaran isi Alkitab, itulah yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Senyampang Alkitab hanya dibaca dan tidak memengaruhi keyakinan kita, tentu tidak menjadi masalah. Untuk itu, saran saya, bacalah dulu Al Quran dan terjemahannya semuanya dahulu, baru setelah silakan membaca yang lainnya.

PCI NU Taiwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s