PCI NU Taiwan membawa agenda advokasi TKI ke muktamar NU ke-32

PCI NU Taiwan mengirim 3 utusannya ke arena muktamar NU ke-32 di Makassar. Ketiga utusan tersebut terdiri dari Nabil Haroen (Mustasyar), Bambang Arip Dwiyantoro (Rais Syuriah), dan Edi Sunaedi (Mustasyar).

PCI NU Taiwan akan berusaha memasukkan agenda pemberdayaan dan pembelaan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri khususnya di Taiwan kedalam agenda pembahasan program Nahdhatul Ulama (NU) di arena Muktamar. “Saya akan masuk ke komisi program kerja dan mengusulkan agenda advokasi terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri” ujar rais Syuriah PCI NU Taiwan yang akan berangkat ke Makassar hari Selasa (23/3).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa mayoritas TKI yang bekerja di Taiwan adalah warga muslim yang bersemangat dalam beribadah, bekerja dan bersosialisasi dengan sesamanya, hal ini dibuktikan dengan semaraknya kegiatan keagamaan di hampir semua penjuru kota di Taiwan. Para TKI membentuk komunitas masyarakat tenaga kerja semacam Majelis Taklim Yasin Taipei (MTYT) di Taipei, Forum Silaturahni Muslim Indonesia Taiwan (FOSMIT) di kota Chungli, Ikatan Muslim Indonesia Taiwan (IMIT) di kota Taichung, Ikatan Warga Muslim Indonesia Taiwan (IWAMIT) di kota Kaohsiung, Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia Taiwan (FKKBWIT) di kota Tainan, dll. Tidak dipungkiri bahwa semaraknya pengajian-pengajian akbar yang dihadiri masyarakat Islam Indonesia di kota-kota Taiwan adalah juga hasil usaha dakwah para TKI. “Setiap pekan mereka berkumpul di masjid-masjid terdekat di kotanya dan mengadakan kegiatan baca yasin, tahlil, iqro’, pelatihan komputer,dll” kata Bambang lebih lanjut.

Meskipun demikian, masih terdapat diantara TKI yang mengalami kendala berkaitan dengan pelanggaran HAM, karena tidak boleh beribadah sebagaimana mestinya atau berkaitan dengan hak-hak ketenagakerjaan yang tidak diperoleh TKI sebagaimana mestinya. Berangkat dari hal tersebut, PCI NU Taiwan telah melakukan hal-hal sangat bermanfaat dirasakan TKI di Taiwan diantaranya penerbitan buku “Solusi Ibadah di Taiwan” karangan Prof. Muhamad Ali Aziz, konsultasi TKI yang bermasalah dan menghubungkan dengan perwakilan Indonesia di Taiwan (KDEI),dll.

Sebagai bentuk kontribusi PCI NU Taiwan terhadap masyarakat muslim di Taiwan, PCI NU akan membawa agenda pembelaan TKI di luar negeri kedalam muktamar NU k2-32 dan berupaya supaya agenda pemberdayaan dan pembelaan hak-hak TKI masuk menjadi salah satu agenda prioritas PBNU kedepannya.

PCI NU Taiwan

One thought on “PCI NU Taiwan membawa agenda advokasi TKI ke muktamar NU ke-32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s