90% TKI di Taiwan adalah Perempuan

Pasar kerja luar negeri sudah sejak lama dikenal oleh Warga Negara Indonesia (WNI) melalui hubungan tradisional antar penduduk seperti lintas batas dengan Malaysia dan Singapura yang didasari atas kedekatan wilayah, hubungan keagamaan dengan Saudi Arabia dan Negara-negara lain di Timur Tengah, dan hubungan sosial dengan negara-negara dikawasan Asia Pasifik, Eropa dan Afrika, Australia dan negara-negara di kawasan Amerika. Pada tahap awalnya luput dari perhatian Pemerintah dan masyarakat, setelah pemerintah menyadari dan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak swasta, penempatan  tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi lebih marak.

Taiwan adalah salah satu negara tujuan favorit TKI di kawasan asia pasifik. Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Taiwan mengalami peningkatan yang sangat signifikan (sebesar 240 %) sejak tahun 1994 sampai 2008. Jumlah total TKA di tahun 1994 sebesar 151.989 orang dan meningkat pesat menjadi 365.060 orang (di tahun 2008). Namun, terjadi penurunan sekitar 6% pada bulan Maret 2009, seperti terilihat di Tabel 1. Hal ini merupakan akibat dari resesi global yang menimpa perusahaan-perusahan atau industri di Taiwan. Sedangkan di bidang rumah tangga (PRT) tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Pada bulan Maret 2009, terdapat sekitar 131.034 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Indonesia adalah negara penyumbang tenaga kerja yang paling dominan, kemudian disusul oleh negara Vietnam (77.746 orang), Philipines (68.989 orang), Thailand (65.536 orang), Malaysia (10 orang), dan Mongolian (3 orang). TKI mewakili dari 38% dari total tenaga kerja asing yang dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja di Taiwan, sebagaimana terlihat di Table 1. Jenis pekerjaan yang di tawarkan adalah pekerjaan dibidang informal yang oleh penduduk lokal dipandang sebelah mata atau kelas bawah, seperti pembantu rumah tangga (PRT), anak buah kapal (ABK), buruh pabrik, dan kuli bangunan. Jenis pekerjaan ini berpotensi mempunyai resiko tinggi terhadap penyalahgunaan kuasa majikan atau agency, eksploitasi, penipuan visa kerja dan lain-lain. Realita mengatakan bahwa sebagian besar (90%) dari TKI adalah wanita dan bekerja sebagai PRT (114.438 orang). Sedangkan sisanya (laki-laki) bekerja sebagai buruh pabrik (12.478 orang), kuli bangunan (58 orang), dan ABK (4.060 orang), silahkan dilihat Tabel 2.

Tabel 1. Data statistik TKA di Taiwan berdasarkan negara asal

Data statistik TKA di Taiwan mar 2009

Tabel 2. Jenis pekerjaan di Taiwan yang tersedia bagi TKA

Data statistik TKA berdasarkan jenis pekerjaan di Taiwan mar 2009 Ditulis oleh Setiyo Gunawan.

Penulis adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor formal (Post Doctoral Fellowship, Taiwan Tech, Taipei, Taiwan).

2 thoughts on “90% TKI di Taiwan adalah Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s