Pelatihan Pembuatan Biodiesel

Rangkaian kegiatan workshop PCI-NU Taiwan 2009 telah berakhir kemarin (Ahad, 1 Februari 2009). Pada hari itu diadakan pelatihan pembuatan biodiesel dari minyak jelantah dan penutupan kegiatan workshop di masjid kecil, Taipei, Taiwan. Alhamdulillah, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 40 warga NU di Taiwan, yang sebagian besar adalah bekerja di bidang informal seperti buruh pabrik dan pembantu rumah tangga.

Hadir sebagai pembicara pada pelatihan tersebut adalah Dr Setiyo Gunawan, Rais Syuriah PCI-NU Taiwan. Beliau menyatakan bahwa biodiesel, biosolar, atau biofuel merupakan sumber energi alternatif pengganti solar yang terbuat dari minyak tumbuhan atau lemak hewan, tidak mengandung sulfur dan tidak beraroma.

”Dibanding bahan bakar solar, biodiesel memiliki beberapa keunggulan, antara lain biodiesel diproduksi dari bahan pertanian sehingga dapat diperbaharui dan meningkatkan nilai produk pertanian, dan  memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah sehingga bisa diproduksi di rumah atau di pedesaan, ” ungkap Gunawan yang saat ini masih tercatat sebagai penasehat Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) wilayah utara.

Dalam pelatihan pembuatan biogas, bioetanol, dan biodiesel, semua bahan dan alat peraga sengaja disajikan secara jelas, mudah dan sederhana agar peserta mudah memahaminya. “Misalkan reaktor biogas yang hanya terbuat dari plastik, reaktor bioetanol yang menggunakan botol air mineral bekas, distilasi yang berupa panci bekas, dan alat penukar panas yang berupa lilitan selang didalam botol air mineral bekas,” terang Edi Sunaedi, ketua PCI-NU Taiwan. 

Rachmad, salah satu peserta workshop, yang ditemui disela-sela pelatihan mengatakan kegiatan workshop ini sangatlah berguna karena sederhana dan mudah diterapkan di desa, Insyaallah, saya akan mengaplikasikannya. ”Semoga nanti ada terobosan-terobosan baru atau ide-ide kreatif lainnya yang bisa diadakan oleh PCI-NU Taiwan,” usulan tambahan dari peserta lainnya.

Dadan Rukmana sesepuh masyarakat muslim di Taiwan, yang diberi kesempatan menutup kegiatan mengatakan diharapkan dengan diadakannya workshop ini, mempunyai dampak positif yang signifikan dalam hal terbukanya peluang kerja di dalam negeri, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian sumber daya alam Indonesia. Dan tak kalah pentingnya adalah hadirnya wajah-wajah baru sekitar 50% peserta di masjid kecil saat acara workshop berlangsung. Akhirnya kegiatan ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Hendro pengurus Majelis Taklim Yasin Taipei (MTYT) periode 2007-2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s