Temui Ketua Umum, PCINU Persiapkan Forkom NU Luar Negeri

Jakarta, NU Online
Beberapa perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Rabu (14/4) siang menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di kantor PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Pihak PCINU dan beberapa alumninya saat ini sedang mempersiapkan pembentukan Forum Komunikasi (Forkom) NU Luar Negeri.

Persiapan pembentukan Forkom NU telah didiskusikan sejak pertemuan-pertemuan ICIS, pertemuan perwakilan PCINU pada Desember 2009 di Bogor, dan pertemuan di Wisma 16 Asrama Haji Sudiang Makassar pada Muktamar Makassar akhir Maret lalu.

Perwakilan PCINU yang hadir antara lain Muladi (Pakistan), Taufik Prabowo (Australia), Rosa (Australia), Ubedsyah (Mesir), Edi Sunadi (Taiwan), Azizan (Sudan), Slamet (Syria), Luthfi Thomafi (Mesir), dan Ifan Haryanto (UK).

Rombongan diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Wakil Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, Sekjen PBNU Iqbal Sullam dan bendahara Umum PBNU Bina Suhendra.

Pihak PCINU menyampaikan, selama ini tidak ada saluran yang cukup baik antara PCINU dan PBNU. Forkom NU LN yang akan dibentuk dimaksudkan sebagai forum untuk memfasilitasi “kepentingan” warga PCINU dan ex PCINU.

Forkom NU LN juga dihrapkan dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan di masing-masing negara dan sekaligus membuat roadmap penyelesaian masalah dengan bantuan unsure-unsur struktural NU maupun network yang  dimiliki oleh Forkom NU LN.

“Forkom NU LN bisa menyusun program-program yang membantu bagi nahdliyin misalnya untuk beasiswa NU, pengiriman dai ke negara-negara yang minim dai, advokasi TKI, peluang-peluang usaha di luar negeri, second track diplomacy atau agen diplomasi tidak resmi bagi Indonesia,” kata Ifan Haryanto.

Selain itu, diminta pembentukan desk PCI Luar Negeri dalam struktur PBNU. Diusulkan, salah satunya diwakilkan kepada Ajie Hermawan yang saat ini menjabat Wakil Sekjen PBNU.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam kesempatan itu menyambut baik inisiatif pembentukan Forkom NU. Dirinya tidak lupa mengenang mantan ketua PBNU KH Hasyim Muzadi yang telah berjasa memfasilitasi pembentukan PCINU.

“Sebelum Pak Hasyim tidak ada PCINU. Saya pernah mengurus KMNU 3 tahun di Saudi Arabia tapi waktu itu belum PCINU,” katanya

Menurutnya, dalam rangka mengembangkan NU di luar negeri pihak PCINU perlu menarik warga setempat untuk menjadi anggota NU. “Misalnya Sudan, pribuminya siap jadi pengurus NU, bahkan sudah jadi mustasyar dan menyediakan tanah wakafnya,” katanya.

Selain itu pihak PCINU perlu mengandeng LSM setempat. PBNU sendiri akan siap mendukung PCINU dalam menjalin berbagai kerjasama yang mungkin dilakukan antara NU dengan organisasi sosial kemasyarakatan di berberapa negara NU.

Said Aqil dalam kesempatan itu juga menyanggupi permintaan pihak PCINU untuk mengirimkan beberapa dai NU ke beberapa negara yang memerlukan. Selain itu juga menambah jumlah mahasiswa NU yang berlajar di luar negeri guna menguatkan barisan PCINU.

About these ads

One Response

  1. kami sangat berharap untuk bisa kerjasama dalam pengembangan pendidikan diniyah dan pesantren
    wijianto (PC.RMI Nu Kab. Blitar Jatim Indonesia)
    085649144565

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: