Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan

Oleh Setiyo Gunawan

Dalam beberapa tahun terakhir sebelum krisis keuangan dunia terungkap, di Taiwan telah terjadi ketimpangan yang sangat tajam, yaitu terbatasnya jumlah tenaga kerja yang tersedia dan besarnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi Taiwan yang luar biasa, ditandai dengan meningkatnya jumlah industri, penghasilan per kapita pendudukanya, tingkat pendidikan penduduknya, dan peluang kerja yang tersedia. Oleh karena itu Council of Labor Affair (CLA) Taiwan memutuskan untuk membuka pasar peluang kerja di Taiwan  untuk orang asing sejak tahun 1989.

Sementara itu, kebijakan penempatan TKI di luar negeri adalah sebagai bagian dari program pembangunan nasional Indonesia. Program ini didasarkan pada faktor penyebab yaitu kondisi negara yang belum cukup menyiapkan lapangan kerja dan faktor kemanfaatannya. Namun, negara atau pemerintah dan masyarakat Indonesia harus memiliki keyakinan dan spirit bahwa program ini hanya suatu alternative bukan tujuan utama. Bila kondisi di dalam negeri sudah tersedia lapangan kerja yang cukup, maka penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri betul-betul diarahkan ke sektor formal, yang berupa tenaga kerja jasa profesional (expertise). Dengan harapan dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia dalam percaturan kehidupan yang semakin mengglobal.

Hingga Oktober 2008 (Taiwan News 31 October 2008), terdapat sekitar 120.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Mereka mewakili dari 1/3 dari total tenaga kerja asing yang dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja di Taiwan. Sebagian besar dari (90%) tenaga kerja Indonesia adalah wanita dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Sedangkan sisanya bekerja di pabrik, kontruksi dan pelayaran.

Meskipun TKI mempunyai kontribusi yang luar biasa terhadap ekonomi Taiwan dan masyarakat Taiwan secara keseluruhan, TKI sesungguhnya menghadapi berbagai macam hambatan dalam beradapatsi dengan lingkungan baru, antara lain bahasa, keyakinan agama, keluarga, adat dan budaya. Sebagai bentuk kepedulian masyarakat Taiwan terhadap hambatan-hambatan tersebut diatas, upaya-upaya memberikan kepastian hukum dan persamaan kedudukan dalam hak dan berusaha (peluang) telah dibuat seperti: majikan memberikan gaji sesuai dengan kontrak kerja, terbentuknya pusat pelayanan dan pengaduan, penertiban dan penurunan biaya agency.

Namun pada kenyataannya, tidak semua agency berlaku jujur disetiap pembuatan kontrak kerja. Beberapa agency meminta tambahan biaya diluar komitmen yang tertulis di kontrak kerja. Berbagai upaya penertiban dan pelayanan telah dilakukan secara maksimal oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), diantaranya adalah pengadaan saluran (hotline) pengaduan. Setiap hari, KDEI menerima 700 pengaduan dari TKI yang stress. Sekitar 10%-nya adalah terlibat dalam masalah yang serius, seperti: pelecehan seksual, perlakuan kasar secara fisik, pemotongan gaji dan lemburan, kondisi pemondokan yang jelek dan pembatalan kontrak kerja.

Berdasarkan The Sunday Post 19 August 2007, terdapat sekitar 200 TKI yang ada di penjara. Mereka mempunyai masalah dengan status visa dan lari dari tempat kerja (majikan) karena tidak tahan dengan perlakuan majikan. Pada tahun yang sama, 13 orang TKI meninggal karena kecelakaan kerja dan alami, serta satu orang bunuh diri. Menurut Jumhur Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dalam acara Public Corner yang ditayangkan langsung oleh Metro TV, Jumat (31 October 2008), permasalahan TKI muncul terutama dari hulu, (proses pemberangkatan). Rekruitmen calon TKI melalui calo-calo telah menyebabkan mereka menemui banyak masalah di luar negeri. Sebagai contoh baru-baru ini, Biro Investigasi Kriminal (Criminal Investigation Bureau, CIB) Taiwan telah menangkap basah 300 orang yang dijadikan tersangka karena tersangkut dengan agensi pemasok tenaga kerja yang telah mengeksploitasi pekerja Indonesia di Taiwan (The China Post 6 Februari 2009).

Sesungguhnya para TKI telah membuat pengorbanan yang luar biasa dengan bekerja di luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di Indonesia. Remitansi TKI merupakan pemasukan kas negara terbesar kedua setelah pemasukan dari minyak dan gas, dan telah membuat Indonesia mampu menghadapi krisisi moneter global saat ini. Atas jasa yang begitu besar, sudah semestinya mereka menerima perlakukan yang adil dan terhormat, baik selama di Indonesia maupun di Taiwan. Hal ini tidak akan terwujud jika tanpa ada kesadaran dan kearifan semua pihak, terutama pihak pemerintah agar mempunyai posisi tawar yang tinggi dalam memberikan perlindungan TKI lebih baik.

 

Penulis adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor formal (Post Doctoral, Taiwan Tech, Taipei, Taiwan).

 

 

About these ads

9 Responses

  1. ay..ni dyah 21th,Aq baru 5bLn nech di taiwan..
    sBnerna caPe bGt nGurusin akong ama yg bawel lumpuh Lagey..
    Tpi Laupan bAek ma Aq, Aq diSediain kompter dikamarku wat refreshing..

    Lam kNaL aj wat mua TKI di taiwan

    Dari PCI NU Taiwan :
    Mbak dyah, kalo ada waktu libur hari Minggu, datang saja ke masjid Kecil Taipei. Setiap hari Minggu rekan-rekan TKI mempunyai aktifitas beragam di Masjid Kecil Taipei.
    ini alamatnya : Sekretariat : CULTURE MOSQUE, No.3, Lane 25, Sec. 1, Hsinhai Rd, Taipei

    • assalamualaikum.
      apa kabar teman2 di masjid kecil, aku aan, pernah menghuni masjid kecil juga, kang aang masih ada disitu kah…
      salam buat dia. aku dulu kerja di pabrik keramik yingko,

      PCI NU Taiwan Menjawab :
      waalaikumsalam Pak aan, maksudnya kang aang yang pernah jadi ketua MTYT ya. beliau sudah kembali ke Indonesia. Alhamdulillah kegiatan masjid kecil tetap semarak, mohon doanya supaya tetap istiqomah untuk memakmurkan masjid kecil Taipei dan diberi kemudahan dalam kerja juga khususnya buat rekan2 yang aktif di MTYT.

  2. wAduw…maen k masjid?? pEngeeen…tpi kYana kGak muNgkin bgt dEch!!!! Aq dAch tau qoq maSjidna, Aq pErnah 1x k masjid taipei dianter m mjikanku tpi mLem jm11,ga da oRang (SEEEPII)

    aLhmduLiLLah,mjikanku ngOrmatin bGt ma pRbdaan aGama. Ga pRnh ada yG nMana ngLrang shoLat.

    bAru 5bLn qoq rZana kYa 5th y?? Lama bGt coalna ga boLeh kLuar sEch…

    eh,wkTu pRtama Aq Liat msjid taipei, Aq nGrasa mRindink, terNyata ada mSjid juGa.
    KbtuLan Aq kn d Taipei, deKet ma RumaHSakit Taipei.

    tEmen2 TKI da kegiatan aP aj tiaP hRi miNggu?

    Dari PCI NU Taiwan :
    Mbak Dyah, kalo ada waktu datang saja hari minggu di masjid kecil Taipei. Setiap hari minggu jam 14.00 – 16.00 ada acara pelatihan komputer. Khusus minggu ke II, kita ada acara pengajian dan yasinan mulai sekitar jam 13.00 – 14.00. Kalo hari minggu siang sampai sore insya Allah pasti ramai di masjid dan bisa ketemu dengan rekan-rekan lain dari Indonesia.

    Oh ya, di Taipei ada dua masjid : masjid besar taipei (Taipei Grand Mosque) dan Cultural Mosque (masjid kecil Taipei). Biasanya kita ngumpulnya di cultural mosque atau biasanya kita sebut dengan masjid kecil taipei.

  3. Aku orang indonesia, tapi sampai sekarang usaha di indonesia untuk ngedapetin kerjaan susah… aku bukan orang berkecukupan tapi sebaliknya aku sangat ingin hidup stabil ekonominya.. Pingin kerja di taiwan , tapi ga ada kenalan atau perusahaan yg mau bantu aku kerja di sna. Kalau ada sistem kepercayaan dengan sistem potong gaji, syukur alhamdulillah. Dengan perjanjian seabreg pun asal tidak merugikan satu pihak manapun ,, aku siap .. mungkin diantara saudara2/i ada yg bisa bantu saya ? ini no kontak saya 087858973xxx Adi, east java

  4. mbak mau nanya apa benar orang2 di taiwan jahat2? terus berapa gaji baby suster di sana? ceritain donk ska duka kerja di taiwan

  5. q pgn jd tki tp apkh gajinya bz bwt kuliah lagi!!?

  6. Aku terpaksa jadi tkw hanya untuk membantu perekonomian keluarga ku, untuk bayar hutang, karna di kampung gag ada kerjaan selain membantu ortu di sawah, sebelum brangkat ke taiwan saya juga pinjam uang sama bos saya, sebelumnya saya juga pernah bekerja menjadi wanita penghibur di salah satu kafe di bali, sebelum berangkat saya juga sudah bertunangan dengan seorang laki-laki yang belum lama saya kenal dan dijodohkan sama keluarganya, sementara kel saya sendiri terutama ortu saya tidak setuju, itung-itung balas budi akhirnya saya terima aja, tapi setelah saya bekerja di taiwan ada rasa penyesalan mengapa pertunangan ini saya terima ? sementara berita yang saya dengar dari saudara saya bahwa tunangan saya itu suka main perempuan, apa yang harus saya lakukan ? sementara orang yang benar-benar saya cintai masih sering berhubungan lewat telpon sama saya, saya jadi semakin bingung ?

  7. aku ibu dr rasya 10bln,suamiku indra kerja d taipei city sewaktu aku blm melahirkan,jd anakku blm pernah tau pa2nya.
    dl nekat berangkt krn ingin perbaiki ekonomi keluarga ternyata skr gaji g’sesuai dgn yg d harapkan krn byknya potongan.mending pulang aj k indonesia

  8. Ku pgin bngt krj di taiwan neh bwat merubah nasib ad yg bs bantu egk? Tolong ksh info pjtki skitar jogja yg bgus ya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: